Kisah Seorang Mahasiswa yang Jarang Masuk Kuliah Menjadi Mahasiswa Berprestasi
Kisah ini berlatar di bumi Sriwijaya, diawali dengan kisah seorang mahasiswa perantauan yang mengadu nasib di tanah perantauan untuk mengenyam pendidikan di salah satu Perguruan Tinggi Negeri terbaik di Indonesia. Mahasiswa ini merupakan seorang anak laki-laki yang terlahir dari keluarga yang sederhana dan berkecukupan. Anak laki-laki tersebut Bernama khabib dan dia merupakan seorang yang humble dan mudah bergaul kepada setiap orang, sifat tersebut yang menjadikan dia mudah diterima banyak orang. Sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), dia mempunyai tekad yang kuat untuk merantau jauh dari zona nyaman. Hal itu, dilandasi oleh keinginan yang kuat untuk belajar menjadi mandiri dan menghadapi segala sesuatu rintangan sendiri. Seiring berjalannnya waktu, tekad itu akhirnya berbuah manis, dimana Khabib tersebut diterima di salah satu perguruan tinggi negeri terbaik di Indonesia yang berlokasi di Bumi Sriwijaya.
Tahun 2018, menjadi awal bagi Khabib tersebut memulai kisah dan lembaran baru di hidupnya menjadi seorang Mahasiswa. Tepat pada Agustus 2018, Khabib berangkat dengan penuh semangat dan tekad kuat menuju tanah perantauan untuk mengenyam Pendidikan. Rasa takut dan gelisah menjadi campur aduk saat pertama kali menginjakan kaki di tanah perantauan yang jauh dari orang tua dan tidak ada sanak saudara satupun. Dengan tekad yang kuat untuk belajar, akhirnya Khabib ini mulai berdaptasi dengan lingkungan dan budaya yang ada di bumi Sriwijaya. Mulai dari bahasa, cara berteman, makanan, budaya sampai pada cara belajar dan mengajar antara Dosen dan Mahasiswa. Tidak jarang dalam proses belajar mengajar dosen dan mahasiswa menggunakan bahasa lokal yang tidak universal atau diketahui secara umum, sehingga menyulitkan mahasiswa dari perantauan. Mayoritas Mahasiswa yang ada di Universitas Sriwijaya memang berasal dari Sumatera Selatan begitu pula tenaga pengajar dan staff.
Budaya yang unik dan beragam yang ada di kampus, menjadikan Khabib ini banyak belajar untuk bisa membaur dengan teman-teman dari seluruh Indonesia dan terkadang di beberapa semester ada mahasiswa dari luar Negeri yang sedang melakukan pertukaran Pelajar. Bahasa dan budaya di bumi Sriwijaya ini sangat kental dengan orang-orang yang asli dan berdomisili di sana, mau tidak mau laik-laki ini harus belajar untuk bisa menyesuaikan dengan kondisi di masyarakat dan kampus. Karena sejak SMA Khabib ini sudah terbiasa membaur dengan siapapun, akhirnya dia mudah mendapatkan teman dan mulai belajar bahasa dan budaya masyarakat setempat dari teman-teman di kampus yang asli dari bumi Sriwijaya. Satu semester belajar bahasa Asli Palembang dan terus di prekatekan dengan teman-teman dan masyarakat lokal, akhirnya menambah satu skill bahasa daerah diantara sekian banyak bahasa daerah di Indonesia.
Perjalanan awal menjadi seorang Mahasiswa banyak sekali lika-liku yang dialami, terutama sebagai perantauan di daerah. Sejak awal menginjakan kaki di bumi Sriwijaya, Khabib ini mempunyai komitmen yang kuat untuk bisa mempunyai banyak teman dan menjadi mahasiswa yang tidak biasa. Pada awal masuk kuliah, saat pengenalan mahasiswa baru, Khabib ini memliki rasa ingin tahu yang kuat terhadap setiap organisasi yang ada di Fakultas dan Kampus. Dimana pada saat pembukaan open recruitmen menjadi anggota organisasi yang ada di fakultas hampir setengah organisasi yang ada di fakultas di daftarkan dan mengikuti setiap rangkaian seleksi untuk menajadi anggota. Banyak sekali pembelajaran dan pengalaman yang dapat diambil pada saat mengikuti latihan dasar organisasi pada setiap organisasi yang di ikuti oleh Khabib tersebut, seperti menambah keberanian, kemampuan Hard Skillls dan Soft Skills dan juga menambah teman baru. Terkadang saking aktif dan padatnya mengikuti kegiatan organisasi, sampai tidak mengikuti kelas kuliah dan waktu main tidak ada.
Tingkat dua yang menjadi lika-liku perjalanan Khabib dalam berkuliah dan berorganisasi. Khabib mengikuti organiasasi dan menjadi anggota aktif kurang lebih 10 organisasi baik di tingkat Fakultas, Kampus, NGO, Nasional dan juga di luar kampus (eksternal). Tatkala saking aktifnya berorganisasi sering meninggalkan kelas kuliah hanya sekedar untuk mengikuti agenda organisasi tersebut. Khabib ini berpikir bahwa ilmu itu tidak hanya sekedar di kelas dan pengalaman yang merupakan ilmu yang paling mahal dan tidak bisa dibeli ataupun diulang kembali. Khabib ini mempunyai mindset/pola pikir bahwa tidak mengapa jarang masuk kelas kuliah yang terpenting kuliah dan nilai akhir tetap aman sehingga tidak mengkhawatirkan orang tua dan orang di rumah. Khabib ini yakin bahwa dengan dia belajar diluar kelas dengan mengikuti seminar, konferensi, pengabdian, kepanitiaan, studi banding dsb, justru itu ilmu yang mahal dan dipakai pasca lulus menjadi seorang sarjana nanti.
Organisasi yang diikuti oleh Khabib ini berkaitan dengan kegiatan akademik dan non akademik. Sejak SMA dia senang sekali mengkuti ekstrakulikuler yang berhubungan dengan olahraga seperti Futsal dan Sepakbola, dimana Khabib ini sering mendaoat juara dan sangat berprestasi dibidang tersebut. Kegiatan organisasi yang diikuti, banyak merubah mindset Khabib ini dalam berpikir dan bertindak/berperilaku terhadap segala sesuatu. Mayoritas organisasi yang diikuti bergerak dibidang kelilmiahan dan juga pergerakan yang membutuhkan literasi tinggi dan daya kritis yang tajam. Dampak yang dirasakan semenjak aktif mengikuti organisasi Ketika di kelas kuliah menjadi lebih aktif dan kristis pada setiap perkuliahan dan sesi diskusi yang diberikan oleh dosen pengajar. Peningkatan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tiap semesternya mulai dirasakan oleh Khabib ini semenjak aktif pada kelas perkuliahan. Terkadang, beberapa dosen mengikutsertakan dalam beberapa project, seperti menulis jurnal, melakukan penyuluhan sampai menjadi asisten pada beberapa mata kuliah.
Semester 4 menjadi titik awal perubahan besar dalam hidup Khabib ini semasa kuliahnya. Pada masa ini, dia bertemu dengan salah satu senior dikampus yang kemudian menjadi tutor dan merubah mindset Khabib ini untuk berani menjadi mahasiswa yang luar biasa. Senior ini berhasil merubah mindset Khabib ini yang sebelumnya hanya fokus untuk berorganisasi saja menjadi mahasiswa yang berprestasi. Khabib memberikan masukan dan semangat tinggi, serta terus memberikan arahan untuk bisa menjadi seorang mahasiswa berprestasi. Pada titik itu, banyak perubahan yang terjadi, Khabib tersebut harus bisa melakukan management waktu yang baik anatara kuliah, organisasi dan ikut lomba. Karena pada semester tersebut, mulai memagang Amanah menjadi kepala departemen dibeberapa organisasi yang diikuti dan mulai menyeleksi organasasi yang dapat membuat dirinya terus berkembang. Disisi lain, senior tersebut terus memberikan dorongan ekstra untuk bisa mengejar ketertinggalan prestasi yang baru dimulai pada semester 4. Hampir setiap 2 minggu Khabib ini mengikuti perlombaan baik yang diikuti secara beregu dan juga individu.
Perlombaan yang diikuti oleh Khabib ini cenderung perlombaan yang berbasis ilmiah seperti Karya Tulis Ilmiah, Debat, Bisnis Plan dsbnya. Hampir setiap segmen diikuti oleh Khabib ini, terkadang tidak sesuai dengan keilmuan yang dimilikinya. Lika-liku yang dialami, banyak kegagalan yang dilalui sampai pada titik hampir menyerah dan trauma untuk mengikuti kompetisi. Bersyukur selalu disuport oleh teman-teman seperjuangan dan juga senior yang terus memotivasi untuk maju dan berkembang. Pada tahap ini, Khabib ini seringkali meninggalkan kelas karena harus keluar kota untuk menngikuti kompetisi. Untuk mengejar ketertinggalan, seringkali mengerjakan tugas dan membaca materi diperjalanan pada saat mengikuti kompetisi diluar kota. Semangat membara mengikuti kompetisi mulai redup pada saat badai musibah berskala dunia muncul, dimana pandemi Covid-19 muncul ditahun 2020, dunia saat itu sangat mencekam, sistem Pendidikan diseluruh dunia dilaksanakan secara online, butuh effort dan semangat lebih mendalam untuk mengikuti sistem pembelajaran baru ini, apalagi untuk mengikuti kompetisi.
Motivasi dan semangat yang terus tertanam dalam pikiran dan hati Khabib ini untuk bisa mewujudkan salah satu ambisi dan Amanah seniornya menjadi mahasiswa yang luar biasa (berprestasi). Pandemi Covid- 19 yang tak kunjung usai, sangat mempengaruhi ekonomi dunia pada seluruh sektor tak terkecuali Indonesia. Pada saat itu, Khabib ini berpikir untuk bisa meringankan beban orang tuanya, dia menabung hasil juara kompetisi yang diikutinya, selain itu semenjak dia berkuliah Semester 2 sampai lulus menjadi Sarjana, Khabib ini terus mendapat beasiswa tiap semesternya. Total beasiswa yang diadapat berjumlah 5 beasiswa dari berbagai macam Lembaga dan istansi yang memberikan beasiswa tersebut. Puncak untuk mewujudkan ambisi dan amanah untuk menjadi mahasiswa berprestasi pada semester 6. Ditengah kesibukannya melakukan kuliah praktek dan mata kuliah yang sangat padat, Khabib ini terus istiqomah sampai pada titik nadir untuk mengikuti kompetisi pemilihan mahasiswa berprestasi, dimana dengan segala usaha dan doa serta support orang-orang terdekat, Khabib ini berhasil menjadi seorang mahasiswa berprestasi. Tangis dan haru bercampur aduk karena ambisi dan amanah yang diberikan terbayar lunas walaupun dengan harus berlari untuk mengejar ketertinggalan. Satu kalimat motivasi yang ditanamkan pada pikiran Khabib ini, “Tidak ada kata terlambat untuk belajar dan memulai sesuatu”.
Kebiasaan yang dilakukan oleh Khabib ini, yaitu kuliah, organisasi dan mengikuti lomba seakan tidak pernah padam setelah mendapat title sebagai Mahasiswa Berprestasi. Pada Semester 6 tersebut, Khabib ini mendapat Amanah menajadi salah satu Menteri di Organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sriwijaya yang notabennya sebagai organisasi tertinggi di Universitas Sriwijaya. Karena terbiasa dengan tekanan yang tinggi, Khabib ini terus menjalani rutinitas yang dilakukan semenjak semester 4. Dengan izin ALLAH SWT, laki-lai ini berhasil lolos program kepemudaan yang berlangsung di Istanbul, Turki sungguh rezeki yang tak terduga. Semester 6 menjadi semester yang sangat luar biasa pada masa perkuliahan Khabib ini, banyak rezeki dan nikmat yang didapat, ditengah padatnya Amanah sebagai seorang mahasiswa dan Menteri di BEM UNSRI.
Pengalaman dan pembelajaran yang sangat berharga setelah Kembali dari Negeri dengan sejarah dan salah satu perdaban tertua didunia. Mindset untuk terus maju selalu di implementasikan Khabib ini disisa akhir perkuliahannya. Pada awal mahasiswa baru, Khabib ini ingin menjadi salah satu lulusan tercepat dengan menyelesaikan kuliah cukup waktu 3,5 tahun. Seiring berjalan waktu, banyak perubahan dan pembelajaran yang didapat sehingga merubah ambisi tersebut dengan menambah pengalaman dan memaksimalkan potensi diakhir-akhir masa perkuliahan. Sampai pada titik akhir masa perkuliahan, Khabib ini berhasil mempersembahkan prestasi di tingkat Internasional dan menjadi Juara. Sungguh perjuangan yang dilalui oleh Khabib ini terbilang manis, dimana berhasil memberikan (Legacy) peninggalan sebagai mahasiswa yang berprestasi dan inspiratif. Puncak kisah dari seorang yang sering meninggalkan kelas dan menjadi mahasiswa berprestasi, yaitu pada saat kelususan dan wisuda. Khabib tersebut dipercaya untuk berpidato mewakili alumni didepan seluruh alumnus S1, S2 dan S3 dan wali serta para pimpinan kampus serta dinobatkan sebagai wisudawan terbaik pada saat itu. Sepanjang menjadi mahasiswa di tingkat Sarjana, Khabib ini terus berpegang tegus pada tekad dan prinsip hidupnya serta menjadikan 2 kalimat ini menjadi motivasinya, yaitu “DREAMS DON’T WORK UNLESS YOUD” dan “NEVER GIVE UP AND KEEP TRYING TO BE BETTER INCLUDE ALLAH SWT IN YOUR EVERY STRUGGLE”. Pesan yang dapat diambil dan menjadi kisah inspiratif bagi kita semua, yaitu terus konsisten dan tetap berpegang pada prinsip hidup yang di pegang, serta terus menjadi gelas kosong dimanapun belajar sehingga kita bisa menyerap ilmu sebayak-banyaknya dengan kerendah hati.
Great, Cerita yang sangat inspiratif
BalasHapus