PERJALANAN DENGAN 1000 MAKNA (TURKEY)🇮🇩🇹🇷

  



PERJALANAN DENGAN 1000 MAKNA 

(TURKEY)

        Ditengah Hiruk pikuk Kehidupan yang kian hari terus berjalan, banyak sekali peristiwa yang dialami oleh setiap manusia dan individu di bumi ini. Peristiwa tersebut mempunyai arti dan makna tersendiri bagi setiap individu tersebut. Berbagai macam pertistiwa yang dialami oleh setiap individu, ada peristiwa senang, Bahagia, duka, sedih ataupun merana. Setiap individu di dalam hidupnya pasti pernah mengalami salah satu dari berbagai macam dan jenis peristiwa. Dunia saat ini sedang mengalami peristiwa yang sangat sedih dan mempunyai duka yang sangat mendalam. Pandemi Virus Covid-19, yang kian hari belum menampakan perkembangan positif bagi seluruh dunia, menyebabkan dunia ini menesteskan air mata yang tiada hentinya hampir satu tahun lebih belakangan ini. Konon katanya, peristiwa wabah Virus mempunyai siklus selama 100 tahun sekali. Kebetulan 100 tahun kebelakang dari 2020, yakni tahun 1920, dunia dilanda dengan pandemi virus Spanish Flu, Virus tersebut menyebabkan banyak korban dari seluruh Dunia. Pandemi virus Covid 19 menyebabkan Pemerintah selaku pemangku kebijakan dan wewenang, mulai mengkaji dan menerapkan hampur seluruh kegiatan dilakukan dirumah atau dikenal dengan istilah Work From Home (WFH). Hampir semua sektor pekerjaan dilakukan di rumah, melalui media elektronik seperti smartphone, laptop dsb yang terhubung dengan Internet. Sektor tersebut adalah pendidikan, ekonomi, industri, perkantoran dsb.
 
        Pada Sektor Pendidikan, banyak sekali siswa dan mahasiswa serta para pengajar baik dosen, Guru dsb mengalami kendala yang dibilang hampir sama. Kendala tersebut yaitu, harus merubah kebiasaan (Habit) dari yang sebelumnya kegiatan belajar dan pembelajaran dilakukan dengan masuk kelas serta tatap muka, saat ini dilakukan dengan via online. Selain itu, kendala lainnya adalah pengetahuan, keterampilan dan ketersediaan fasilitas  akan Informasi dan Teknologi (IPTEK) terlebih khusus di negara-negara berkembang seperti Indonesia masih terbilang sangat minim. Untuk itu kendala tersebut menjadi  masalah tersendiri baik bagi Pemerintah ataupun masyarakat pada negara-negara berkembang tersebut. Saat ini para pelajar baik siswa ataupun mahasiswa diduduki oleh generasi yang disebut dengan generasi milenial. Generasi muda dan memiliki segudang potensi serta solusi yang ditawarkan untuk memperbaiki nasib negara, bangsa dan dunia kearah yang lebih baik. Sebagai Mahasiswa yang memiliki label sebegai generasi milenial, tentunya sudah tidak asing dengan Informasi dan Teknologi (IPTEK). Sejak lahir, generasi milenial sudah berinterasik dengan kemajuan teknologi. Mahasiswa yang memiliki 3 peran Utama yaitu sebagai, Agent Of Change, Iron Stock and Social Control, tentunya mempunyai ide dan pemikiran yang cemerlang dan solutif untuk menangani berbagai masalah yang ada baik di negeri ini ataupun dunia. Kebiasaan yang berubah semenjak Pandemi Covid 19, tentunya tidak menurunkan esensi bagi seorang mahasiswa untuk tetap produktif dan memberikan kebermanfaatan bagi sesama. Salah satu kegiatan produktif yang dilakukan mahasiswa adalah dengan berliterasi, mengkuti berbagai macam diskusi dan seminar, perlombaan, berorganisasi dan Conference baik di tingkat regional, nasional ataupun Internasional.

       Dilema seorang mahasiswa ditengah transisi perubahan kebiasaan, tentu bukan menjadi perkara yang mudah untuk dilakukan. Semua kegiatan yang sebelumnya dilakukan secara tatap muka/ bertemu secara langsung dan melakukan interaksi sosial dengan sesama manusia tetapi sekarang harus dilakukan via online dengan hanya menatap smartphone, laptop dsb. Untuk itu sebagai kaum intelektual, kita mahasiswa sudah harusnya memliki semangat dan ide kreatif tersendiri untuk membangkitkan semangat ditengah keterbatasan saat ini. Penulis akan menceritakan beberapa pengalaman yang sangat berkesan mengenai kegiatan perkuliahan, organisasi dan perlombaan dsb melalui media Online. Diawali dengan dimulainya perkuliahan online pada bulan Maret 2020, dimana pada saat itu Penulis yang merupakan Mahasiswa Jurusan Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Sriwijaya yang berlokasi di Indralaya Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Pada bulan tersebut perkuliahan sedang berada dalam situasi telah melaksanakan ujian midsemester. Karena kasus pasien positif Covid 19 di Indonesia pada saat itu dengan mengalami peningkatan yang sangat pesat dan signifikan, Pemerintah mengeluarkan kebijakan melalui Kemendikbud, untuk menyuruh seluruh kegiatan belajar megajar dilakukan di rumah masing-masing melalui via online. Akhirnya kami semua termasuk penulis Kembali ke rumah masing-masing untuk melaksanakan kebijakan dan anjuran Pemerintah, demi menjaga kondisi Kesehatan baik bagi diri pribadi penulis dan seluruh masyarakat yang ada di Indonesia dan dunia.

         Seiring berjalannya waktu, semester ganjil dimulai, dengan penyempurnaan mekanisme kuliah via online yang sudah sedemikian rupa baiknnya, belajar dan pengajarannya sudah mulai membiasaaakan diri melalui virtual baik tugas, ujian dan kuliah sehari-hari. Penulis sendiri melakukan perkuliahan melalui aplikasi Zoom Meeting, dengan tetap memakai skema on camera selama perkuliahan berlangsung. Hal itu di terapkan, supaya esensi perkuliahan tatap muka tidak hilang 100 persen, sehingga mahasiswa dan dosen pengajar bisa tetap fokus dan merasakan feels yang sama seperti kuliah tatap muka pada perkuliahan sebelum adanya pandemi Covid 19. Waktu terus berlalu, ditengah padatnya kuliah melalui via online, di sela-sela waktu senggang penulis memanfaatkan waktu untuk berliterasi, mengikuti webinar baik di tingkat Nasional/internasional dan juga berdiskusi serta berorganisasi melalui via online. Tak hanya itu, untuk menguji ilmu yang didapat baik selama perkuliahan, berorganisasi dan berdiskusi, penulis mencoba mengikuti berbagai macam lomba baik dibidang akademik ataupun non akademik. Alhamdulillah berkat Usaha dan Doa penulis berhasil menjuarai beberapa perlombaan yang diikutinya. 

          Satu semester berlalu, dengan berbagai kisah dan perjuangan untuk tetap menjaga amanah orang tua, yaitu fokus kuliah/akademik dengan menjaga Indeks Prestasi tetap aman dengan meningkatkan point tersebut. Selain itu juga kita sebagai Mahasiswa harus bisa produktif di tengah keterbatasan-keterbatasan yang dialami oleh seluruh Mahasiswa di seluruh dunia. Hal itu yang menjadikan penulis tidak boleh menyerah dengan berbagai situasi dan kondisi yang sedang nyaman/seperti sediakala. Situasi saat ini sedang tidak baik-baik saja, sebagai anak muda yang memiliki intelektual yang baik dan merupakan harapan bangsa, kita sudah sepatutnya tidak boleh terus mengeluh dan pasrah terhadap keadaan saat ini. Tentu ide-ide kreatif serta ilmu yang kita punyai, cob akita korelasi dan implementasikan kepada khalayak banyak seberapa bermanfaatkah ilmu dan pengalaman yang kita miliki.

          Memasuki semester genap, pada semester ini penulis dihadapkan dengan salah satu kewajiban mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, yaitu mengambil mata kuliah Praktik Latihan Kemahiran Hukum atau disingkat PLKH. Pada semester ini bisa dikatakan adalah semester terberat yang akan dilalui oleh mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya. Hal ini di karenakan, disamping mahasiswa melakukan perkuliahan seperti biasa dengan mata kuliah dan penjurusan yang diambil, mahasiswa harus melakukan pemberkasan kasus dan mensimulasikannnya dalam bentuk sidang seperti dalam pengadilan. Tentu hari demi hari dilalui dengan penuh cerita, kisah pilu dan semangat. Perkuliahan yang sangat berat pada semester ini, tentu mendidik seluruh mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya untuk di tempa dengan berbagai macam tekanan, tenggat waktu, fisik dan pikiran sehingga menajadikan seorang Sarjana Hukum yang unggul setelah menyelesaikan bangku perkuliahan di tingkat Sarjana. Ditengah Kesibukan dan kepadatan perkuliahan pada semester genap ini, disela-sela waktu istirahat, penulis mencoba melihat berbagai macam peluang untuk mengisi kegiatan produktif di sela padatnya kuliah. Kegiatan tersebut dengan mencoba challenge dengan menerima amanah sebagai badan pengurus harian salah satu UKM di Universitas Sriwijaya. Selain itu juga, penulis mencoba mengikuti berbagai macam perlombaan baik dibidang akademik ataupun non akademik. Salah satu yang paling berkesan adalah mengikuti lomba dan kegiatan Future Leader Exchange yang di selanggarakan oleh Student Leadership Academy yang berkolaborasi dengan Istanbul Sahabatin Zaim University yang diselanggarakan dan bertempat di Negara Turki.

         Kisah ini diwali dengan mimpi seorang mahasiswa yang ingin melihat luasnya dunia dengan melakukan perjalanan keluar negeri tanpa membebani orang tua, kerabat dsb. Mimpi tersebut menjadi salah satu Life Plan dalam hidupnya. Mahasiswa tersebut selalu mempelajari, berusaha, berikhitiar dan berdoa kepada ALLAH SWT, agar bisa selama menjadi mahasiswa bisa mewujudkan satu persatu Life Plan yang ia buat selama menajadi mahasiswa. Peluang tersebut ia cari di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa dan menjalankan amanah dalam organisasi untuk bisa mewujudkan satu persatu mimpi dan Life Plan dalam hidupnya. Seiring berjalannya waktu, mahasiswa tersebut selalu memprioritaskan apa yang menjadi kewajibannya dan juga memenuhi hak-haknya. Namun ia sadar bahwa untuk mewjudukan satu persatu mimpi, pasti ada pengerobanan yang harus dilakukan. Pengorbanan yang dilakukan mahasiswa tersebut adalah dengan mengurangi waktu bermain, istirahat dan kegiatan non produktif lainnya.

         Pada awal-awal bulan di Tahun 2020 tepatnya pada bulan akhir Februari dan awal bulan Maret, Student Leadership Academy yang berkolaborasi dengan Istanbul Sahabatin Zaim University, membuka suatu perlombaan dan kegiatan conference kepemudaan yang di selnggarakan dan bertempat di Turki. Melihat peluang tersebut, Mahasiswa yang memiliki mimpi dan Life Plan tersebut mencoba mendaftarkan diri dengan menginput berbagai berkas sesuai dengan persyaratan yang di butuhkan. Seiring berjalan waktu, mahasiswa tersebut lolos untuk seleksi berkas dan lanjut untuk ketahap seleksi berikutnya. Seleksi tersebut diikuti oleh seluruh mahasiswa yang ada di Indonesia dari berbagai kampus baik Perguran Tinggi Negeri (PTN) ataupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan hanya 10 orang terpilih yang bisa berangkat ke Turkey mewakili Indonesia. Singkat waktu, Mahasiswa tersebut dinyatakan lulus oleh pihak Student Leadership Academy yang berkolaborasi dengan Istanbul Sahabatin Zaim University, untuk berangkat ke Turki mewakili Indonesia, menajadi salah satu delegasi dari 10 orang terpilih tersebut. Tidak cukup sampai disitu, mahasiswa tersebut lalu meminta restu dengan pihak Fakultas Hukum dan Universitas Sriwijaya untuk bisa mengharumkan nama Fakultas serta Universitas di kancah Dunia.

        Awal dari perjalanan sebuah mimpi, sebelum keberangkatan yang dilaksanakan pada awal bulan April, para delegasi dilakukan briefing dan beberapa pelatihan dengan pihak panitia dan Pembina. 10 orang delegasi yang terpilih berasal dari berbagai macam Universitas Seperti IPB, Gunadarma, Hasanudin dsbnya. 10 orang terbaik tersebut yang nantinya akan mewakili Indonesia di Turkey. Hari demi hari terus berlalu, persiapan yang di persiapakan oleh para delegasi terus di maksimalkan, mulai dari Paper, bahan untuk presentasi serta barang-barang untuk dibawa dan digunakan selama di Turki. Hari keberangkatan tiba, titik point yang berada di Jakarta, yaitu Bandara Internasional Soekarno- Hatta menajadil titik kumpul dan awal dari kami semua yang berasal dari berbagai macam daerah di Indonesia untuk berangkat ke Negeri dengan julukan Negeri dengan seribu Majid serta keberagaman dan keunikan. Keberangkatan kami tempuh pada malam hari, menggunakan Pesawat Emirates menju negara Uni Emirat Arab lebih tepatnya Kota Dubai untuk melakukan transit terlebih dahulu. Sekitar beberapa jam berlalu akhirnya kami melakukan keberangkatan kembali menuju Negara Turki lebih tepatnya Kota Istabul. Alhamdulillah setelah landing dengan selamat di bandara Istanbul International Airport, kami semua para delegasi takjub dan bersyukur dengan keindahan serta perbedaan iklim yang dirasakan.

        Selama Turki kami melewati hari demi hari dengan penuh rasa bersyukur yang amat sangat kepada ALLAH SWT, atas berkat rahmat serta Ridhonya kami semua bisa menginjakan kaki di salah satu bumi yang insyallah di ridhoi dan di berkahi oleh ALLAH SWT. Dinegeri tersebut banyak sekali dengan sejarah dan peradaban kuno terutama sejarah perkembangan Islam di Eropa. Kami berdiam di bumi dengan sejuta keberagaman selama 7 hari, tentu waktu yang sangat tepat untuk melihat Sebagian kecil dari keindahan negeri tersebut. Salah satu tempat yang sangat identik dengan turki dan menjadi idaman atau bahkan mimpi hampir seluruh umat muslim di dunia setelah masjidil Haram yang ada di Kota Mekkah dengan Majid Nabawi yang ada di Kota Madinah, yaitu Aya Sophia dan Masjid Sultan Ahmed (Blue Mosque). Kedua masjid tersebut memiliki sejarah dan kisah yang sangat menakjubkan bagi Umat muslim diseluruh dunia. Masjid tersebut menjadi awal kebangkitan umat islam yang berada di Turki dan Eropa. Karena sejatinya, Turki lebih tepatnya Kota Istanbul merupakan daerah yang paling strategis letaknya, bahkan salah satu tokoh dunia Napoleon Bonaparte mengatakan, apabila dunia mempunyai ibu kota maka Istanbul (Turki) yang layak dan tepat menjadi Ibu Kotanya.

        Hari demi hari kami semua lalui, mengexplore beberapa keindahan yang ada di negeri Turki, dengan mengunjungi salah satu kota yang berada di Benua Asia, yaitu Bursa City. Perjalanan yang kami tempuh cukup jauh sekitar 3 jam perjalanan darat dan menyebrangin lautan. Perjalanan yang cukup jauh tersebut terbayar dengan pemandangan yang sangat indah yang mungkin tidak pernah ada di Indonesia. Pemadangan Penggunungan Salju yang hampir bisa dikatakan abadi, yaitu bertempat di Uludag Mountain. Dipenggunangan tersebut siselimuti banyak salju tebal, suhu didaerah tersebut sangat dingin bisa mencapai minus derajat celcius. Banyak sekali orang-orang bermain ski, membuat bola dan orang-orangan salju, berfoto dengan rekan dan keluarga serta tertawa bersama. Kebahagiaan sangat tampak di raut wajah orang-orang yang berada disana. Rasa syukur tak henti-hentinya kami semua panjatkan kepada ALLAH SWT, sehingga kami semua dapat melihat dan merasakan nikmat yang engkau berikan kepada kami untuk dapat melihat dan merasakan dinginnya fenomena alam berupa salju. Hal tersebut menjadi pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan bagi kami semua selama hidup kami.
            
         Peristiwa yang sangat penting dan inti dari kegiatan ini, yaitu kami mengikuti lomba Paper dengan melakukan pemaparan serta presentasi di hadapan para delegasi dari negeri lainnya  yang bertempat di Istanbul Sahabatin Zaim University. Alhamdulillah kami semua para delegasi dari Indonesia diberi kelenacaran dalam melakukan presentasi serta menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan kepada kami. Dengan izin ALLH SWT beberapa dari kami mendapat beberapa penghargaan yang sangat berharga dari perlombaan tersebut. Kegiatan selanjutnya, kami melakukan conferencedengan organisasi kepemudaan yang ada di Turki yang bernama Tugva. Kegiatan tersebut dilaksanakan di kantor pusat Tugva yang bertempat di Istanbul, Turki. Pembahasan yang kami bahas mengenai komperasi kondisi serta organisasi kepemudaan yang ada disana, bagaimana menangani dan memberdayakan anak-anak muda sampai membahas bagaimana bisa menjalin kolaborasi anatara Organisasi kepemudaan yang ada di Indonesia dengan Organisasi kepemudaan yang ada di Turki.
            
          Salah satu perjalanan dan penelurusan kami ke tempat-tempat yang sangat indah yaitu menelusuri jejak dan sejarah perjuangan Sultan Muhammad Al-Fatih atau beliau mempunyai nama asli Sultan Mehmed II yang berhasil menaklukan kota dan benteng Konstantinopel. Berangkat dengan mengunjungi serta berziarah ke makam beliau yang berada di distrik Fatih, disana terdapat masjid yang sangat besar dan megah dengan didominasi warna putih di setiap ornamennya. Kami semua mengetahui sejarah singkat mengenai siapa Sultan Muhammad Al-Fatih beserta keluarga kerajaan. Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan ke selat Bosporus, di selat ini sangat terlihat jelas bagaimana jejak dan bekas perjuangan Sultan Muhammad Al-Fatih dalam memperjuangankan dan menaklukan kota dan benteng Konstantinopel yang menjadi awal kemenangan ummat islam di Turki dan bumi Eropa. Selat tersebut menajadi saksi bisu atas perjuangan ummat islam dalam menaklukan setiap daerah yang ada disekitarnya. Selain itu juga, kami semua mengunjugi 2 tower yang menjadi tempat rantai pembatas, supaya kapal-kapal asing tidak bisa sembarangan memasuki Kawasan Turki yang dahulu disebut dengan zaman Khalifah Turki Ustmani. Kedua Tower tersebut bernama Rumeli Hisari yang berada di Benua Eropa dan Tower satunya bernama Anadolu Hisari yang berada di benua Asia. Kedua tower tersebut dibangun pertama kali oleh kakeknya Sultan Muhammad Al-Fatih yang kemudian disempurnakan oleh dirinya. Hal itu dilakukan untuk membatasi dan menjaga daerah kedaulatan Khalifah Turki Ustmani dari serangan-serangan negara-negara Eropa lainnya seperti Bulgaria dsb yang berasal dari Laut Hitam.
 
          Perjalanan terakhir kami ditutup dengan mengunjungi salah satu tempat yang paling fenomenal di Turki lebih tepatnya di kota Istanbul, yaitu Galata Tower. Sejarah singkatnya, Galata Tower sendiri merupakan tower yang dibangun, belum lama dari perdaban sekarang, sekitar tahun 1717 pertama kali dibangun. Fungsi Utama dari tower/Menara tersebut adalah untuk melihat titik-titi kebakaran yang ada di kota tersebut, memudahkan pihak pemadam melihat titik kebakaran tersebut, pada Zaman Turki Ottoman. Pada saat ini, tempat tersebut menajdi salah satu destinasi wisata yang sangat indah dan mengagumkan, apabila berksempatan naik tentu pemandangan dari atas tower ini sangat indah. Beberapa orang dari kami alhamdulillah berkesempatan naik keatas puncak Galata tower, sungguh keindahan kota Istanbul dan sekitarnya terlihat begitu indah dan cantik. Saat itu kami menaiki puncak galata tower pada malam hari, melihat gemerlap dan kelap keli lampu di kota Istanbul terlihat semua. Pemadandangan dari atas dapat melihat selat Bosporus, Aya Sophia, Masjid Sultan Ahmed dan masih banyak lagi keindahan  pada malam hari kota Istanbul yang kami lihat. Pemandangan tersebut menjadikan kami bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh ALLAH SWT, atas kesempatan yang diberikannya, kami semua diberi izin dan kesempatan dapat berkunjung ke salah satu negara dengan sejuta keindahan dan penuh sejarah peradaban Islam didalammnya.

            Berdasarkan kisah dan sedikit pengalaman yang coba penulis ceritakan dalam bentuk narasi singkat, dapat ditarik beberapa point penting yang bisa dijadikan pembelajaran untuk kita semua, terutama baik bagi penulis pribadi dan teman-teman semua yang membaca teks narasi singkat ini. Kondisi yang sedang tidak baik-baik saja tentu membuat dilemma semua orang, apalagi kaum pembelajar seperti Mahasiswa. Sudah sepaturnya Mahasiswa berpikir dan bertindak keluar dari zona nyaman yang selama ini dirasakan. Marwah sebagai mahasiswa, sebagai kaum Intelektual tentunya menuntut setiap mahasiswa untuk bangkit dari kaum yang dikenal dengan kaum rebahan menjadi kaum yang produktif serta aktif kepada kegiatan postif dan kebermanfaatan bagi sesama. Sedikit kisah yang diberikan penulis kepada seluruh pembaca narasi singkat diatas, diharapkan dapat memeberikan bantu loncatan untuk membangkitkan semangat yang selama ini sudah tertidur untuk bangkit dari tidurnya serta menyalakan api dalam diri yang telah lama padam. Oleh karena itu, kita semua sebagai insan dan khalifah di muka bumi, terutama kaum muda yang memiliki kecerdasan dan intelektual tinggi, “ ayo sama-sama kita bangkit dari ketidaknyamanan ini untuk selalu memberikan semangat dalam diri agar potensi yang tertidur pulas dalam diri kita bangkit dan menunjukan taringnya ke muka dunia, tunjukanlah potensi dan ambisimu diiringi dengan usaha, kerja keras dan doa kepada ALLAH SWT. Diakhir kata penulis mempunyai satu kalimat yang menajadi motivasi bagi kaum muda di seluruh dunia “ Young, Impact and beneficial to Society, Work hard and Don’t Forget every you do something to Pray to God  and make yourself be brave to accept every challenge and all the risks”.
 
 
 

Komentar

  1. Masyaallah, sangat bermanfaat

    BalasHapus
  2. Dari 1000 makna perjalanan (Turkey) banyak sedih dan dukanya.. menunjukan Bahwa ALLAH maha Segala²nya. . Subhanallah Sangat bermanfaat dari Artikel Ini.. teruslah berkarya .. good job

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERBAKIF (PERAHU BACA KREATIF) SEBAGAI SARANA PENUNJANG PENDIDIKAN YANG IDEAL DI DESA TANJUNG MAS BANYUASIN

KONTRIBUSI PEMUDA SRIWIJAYA DALAM RANGKA HUT RI 75 TAHUN KEMERDAKAAN