KONTRIBUSI PEMUDA SRIWIJAYA DALAM RANGKA HUT RI 75 TAHUN KEMERDAKAAN


Oleh : Syarif Mukhtar 

75 Tahun Indonesia Merdeka, banyak sekali perubahan dan perkembangan yang dilalui oleh bangsa ini. Perubahan tersebut meliputi beberapa sektor yaitu Budaya, Infrastruktur sampai kepada Pemudanya. Dizaman yang sudah semakin modern ini ,banyak sekali pemuda yang mulai hilang daya juang yang tinggi serta mulai dimanjakan dengan kemajuan teknologi. Tidak bisa di pungkiri ,kemajuan teknologi yang cukup pesat dizaman revolusi Industri 4.0, Banyak sekali kemajuan dan peningkatan di bidang Teknologi seperti Hp, Gadget, Tablet, Laptop, PC dan lain sebagainya. Sisi positif dari  teknologi tersebut dapat digunakan pemuda sebagai media pembelajaran, alat komunikasi dan juga sebagai tambahan referensi Ilmu. Sisi negatifnya adalah pemuda banyak yang menyalah gunakan kemajuan teknologi tersebut kearah negatif, seperti membuka situs-situs yang tidak bermanfaat (pornografi, judi online dsb), kemudian di gunakan untuk bermain Games sampai lupa waktu dan juga banyak yang digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.

Generasi pada tahun 1945 kebawah para pemuda banyak melakukan geriliya dan berperang sampai mati melawan penjajah untuk mempertahankan Tanah Air tercinta dari tangan Penjajah. Generasi tahun 1990 keatas yang disebut juga generasi Milenial adalah generasi yang para pemudanya banyak bercengkrama dengan Teknologi terbaru. Generasi Milenial di hadapan masyarakat tentu mempunyai wajah yang cukup di perhitungkan. Selain itu Masyarakat juga banyak menaruh harapan kepada generasi Milenial yang katanya mampu memberikan dampak perubahan yang besar bagi bangsa ini. Masalah utama yang dialami generasi Milenial sekarang, sangat dimanjakan dengan Teknologi serta memiliki daya juang dan berpikir kritis yang sangat minim. Hampir semua kegiatan yang di lakukan generasi milineal tidak luput  dengan teknologi, salah satu yang paling tampak adalah pemuda sekarang tidak bisa luput dari smartphone. Karena menganggap semua kebutuhan  ada di smartphone tersebut. Serta Pemuda Milenial zaman sekarang banyak sekali yang bersikap apatis dan mementingkan diri mereka sediri tanpa memperdulikan lingkungan sekitar. Salah satu pemuda  generasi Milenial harapan Masyarakat adalah  Pemuda Sriwijaya, salah satu pemuda dari sekian banyak pemuda yang ada di Indonesia yang mampu membawa perubahan bagi bangsa ini kearah lebih baik.

Pemuda adalah seseorang yang memiliki kekuatan fisik yang sedang sangat prima, kemampuan fisik yang sangat tajam dan kritis ,dan dialah sosok yang akan membawa perubahan bagi bangsa Indonesia. Menurut ajara Agama Islam pemuda adalah “kekuatan diantara dua kelemahan, gelora masa yang senantiasa dipihakan oleh Allah bagi bakal pembawa perubahan”. Kriteria Pemuda menurut Islam, ketika seseorang sudah mengalami aqil baligh. Sedangkan dikalangan orang Indonesia kebanyakan, Pemuda itu adalah usia Remaja sekitar usia 12-20 tahunan. Pemuda ini adalah sosok yang bisa dikatakan sebagai tingkatan paling sempurna seseorang, tetapi tentu pemuda memiliki beberapa keterbatasan. Terutama di bidang mengatur Emosional, jika seorang pemuda tidak bisa mengatur atau diarahkan dengan baik emosionalnya kearah positif, maka seorang pemuda tersebut bisa membuat kerusakan baik bagi dirinya atau bahkan bagi masyarakat sekitar. Salah satu pengarahan emosional pemuda yang sedang membara kearah positif  ialah dengan berbudaya Literasi dan berpikir kritis.

Budaya Literasi adalah budaya yang positif , dimana budaya tersebut dapat memberikan manfaat  untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan seseorang mengenai apapun yang dibaca , kemudian bisa dituliskan dan menjadi suatu karya. Seseorang yang mempunyai budaya Literasi tinggi, tentu memiliki kapasitas lebih dibanding seseorang yang hanya melakukan kegiatan tidak bermanfaat atau yang hanya bermalasan. Pemuda Milenial dizaman sekarang sangat miris, dengan minimnya budaya literasi. Mereka lebih memilih untuk melakukan kegiatan yang tidak bermanfaat dari pada membaca buku dan berdiskusi, yang mereka anggap kuno dan tidak modern lagi. Terkait Budaya Literasi ,tentu kita melihat kondisi bangsa Indonesia saat ini , dimana minat membaca, kemudian kegiatan tulis menulis sangat rendah. Tentu ini menjadi suatu persoalan yang sangat serius bagi bangsa ini, terutama bagi para pemudanya, karena hal tersebut akan sangat berpengaruh terhdap kapasitas para pemuda yang ada di Indonesia. Para pemuda di Indonesia terlebih khusus para Pemuda Sriwijaya, sudah seharusnya memiliki kapasitas lebih dalam diri mereka untuk bisa berkontribusi bagi bangsa Indonesia.

Kontribusi bagi Bangsa Indonesia tentu banyak cara yang bisa di lakukan, terutama bagi para pemuda Sriwijaya. Beberapa Kontribusi yang bisa dilakukan, yaitu dengan meningkatkan kapasitas diri yaitu berbudaya literasi, kemudian melakukan pengabdian ke daerah 3T yang ada di Indonesia, melakukan project social yang mampu meningkatkan kapabilitas masyarakat yang ada di Indonesia. Kontribusi juga bisa di lakukan di bidang prestasi, dengan memenangkan suatu kejuaraan atau pun menjadii delegasi terbaik yang mewakili bangsa Indonesia di kancah Internasional, itu menjadi salah satu kontribusi besar bagi bangsa ini ,dengan memperkenalkan kepada dunia Internasional bahwa Indonesia mempunyai para pemuda yang sangat hebat. Semua jenis Kontribusi yang telah di sebutkan tentunya tidak lepas dari peran para pemuda yang senantiasa selalu berusaha meningkatkan kapabilitas dirinya untuk menjadi yang terbaik dan bisa bermanfaat bagi orang banyak. Dengan hal-hal Positif dan kemajuan yang dilakukan oleh para pemudanya Indonesia akan menjadi suatu negara maju dan berdigdaya yang akan sangat diperhitungkan di dunia Internasional. Hal ini sesuai dengan adagium yang pernah di proklamirkan oleh Founding Fathers bangsa Indonesia Ir. Soekarno, “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia". Indonesia hebat dengan sebuah kepeduliaan.   

 

Peran Pemuda Sriwijaya sebagai salah satu pemuda yang ada di Indonesia, ialah berkontribusi besar bagi bangsa Indonesia , baik di bidang sosial, prestasi dsb. Semua itu bisa di capai, diawali dari niat seseorang pemuda itu sendiri, apakah dia hanya mau menjadi pemuda yang biasa saja atau mau menjadi seorang pemuda yang memberikan dampak besar bagi bangsa Indonesia ini. Kemudian diikuti dengan usaha yang bersungguh-sungguh dan mampu memberikan dampak besar bagi seorang pemuda itu sendiri, sehingga kelak pemuda itu akan berubah kearah yang lebih baik. Jangan lupakan ikhtiar dan doa, ini hubungan nya dengan Tuhan semesta alam, manusia memiliki keterbatasan, batasan itu hanya tuhan yang tahu. Jadi, semua usaha, pencapaian  dan kesuksesan manusia, itu tidak akan luput dari bantuan dan Ridho Tuhan semesta alam. Untuk memajukan Bangsa yang sudah 75 tahun merdeka, jadilah Pemuda yang memiliki kapasitas tinggi serta bisa berdampak dan bermanfaat  bagi Bangsa dan Negeri Indonesia tercinta.

 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERBAKIF (PERAHU BACA KREATIF) SEBAGAI SARANA PENUNJANG PENDIDIKAN YANG IDEAL DI DESA TANJUNG MAS BANYUASIN

PERJALANAN DENGAN 1000 MAKNA (TURKEY)🇮🇩🇹🇷