PERGERAKAN MAHASISWA DIERA MODERN
Perkembangan zaman yang sudah semakin modern ini ,banyak sekali mahasiswa yang mulai di manjakan dengan fasilitas kemajuan teknologi. Tidak bisa di pungkiri, kemajuan teknologi yang cukup pesat di zaman revolusi Industri 4.0. Banyak sekali kemajuan dan peningkatan di bidang Teknologi seperti handPhone, gadget, tablet, laptop, PC dan lain sebagainya. Teknologi tersebut tentu banyak sekali sisi positif dan negatif. Sisi positifnya adalah teknologi tersebut dapat digunakan Mahasiswa sebagai media pembelajaran, alat bantu dalam mengerjakan tugas, alat komunikasi antar sesama dan juga dosen, sebagai alat pembelajaran tambahan di luar perkuliahan dan juga sebagai tambahan referensi Ilmu yang dapat di akses di dunia maya. Sisi negatifnya adalah banyak mahasiswa yang menyalah gunakan kemajuan teknologi tersebut, kearah negatif , seperti membuka situs-situs yang tidak bermanfaat (pornografi, judi online dsb), kemudian di gunakan untuk bermain games online sampai lupa waktu dan banyak yang digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat lain nya.
Generasi tahun 90”an keatas banyak yang menyebut nya sebagai generasi milenial. Apa si generasi Milineal itu, yaitu generasi yang dianggap sebagai generasi muda setelah generasi x, yang sudah mampu terjun atau bercengkrama dengan kemajuan Teknologi yang sudah ada samapai saat ini. Generasi x tentu menaruh banyak harapan kepada generasi Milineal seperti kita, terutama terhadap kemajuan bangsa ini, bukan hanya bangsa ini tapi kemajuan dunia dan tercipta nya perdamaian dan kesejahteraan bagi seluruh Masyarakat. Generasi Milineal di hadapan masyarakat tentu mempunyai wajah yang cukup di perhitungkan. Selain itu Masyarakat juga banyak menaruh harapan kepada generasi Milineal, yang konon mampu memberikan dampak perubahan yang besar bagi bangsa ini. Masalah utama yang dialami generasi milineal sekarang ini adalah sangat dimanjakan dengan kemajuan Teknologi. Hampir semua kegiatan yang di lakukan generasi milineal pasti berinteraksi dengan teknologi, salah satunya adalah kita sendiri tidak bisa lepas dari smartphone kita. Karena menganggap semua kebutuhan kita ada di smartphone tersebut. Generasi Milineal merupakan harapan besar Masyarakat, dialah kaum intelektual yang mampu membawa perubahan bagi bangsa ini kearah lebih baik.
Mahasiswa dialah sosok yang sangat di harapakan masyakarat. Tentu kita ketahui mahasiswa sendiri mempunyai tiga peran penting baik dalam masyarakat, bangsa dan dunia. Tiga peran penting itu ialah “Iron Stock, Agent Of Change dan Social Control”. Tentu ketiga prinsip tersebut menjadi tanggung jawab moral bagi seseorang yang menyebut nya sebagai mahasiswa. Mahasiswa sendiri di Indonesia juga mempunyai 3 prinsip utama yaitu “Pengabdian, penelitian dan pembelajaran. Ketiga Konsep tersebut sudah seharusnya dijadikan sebgai renungan dan konsep diri bagi kita yang sejatinya mengaku sebagai seorang Mahasiswa. Sejatinya status Mahasiswa itu adalah Maha dan siswa , bearti seorang siswa yang tertinggi , yang seharusnya bisa jadi panutan atau contoh bagi para siswa di bawahnya, sekaligus bisa menjadi harapan bagi nusa, bangsa dan masyarakat. Tentu kita sadari banyak sekali jenis-jenis mahasiswa yang ada di kampus, seperti yang hanya fokus pada IPK saja , lalu dia hanya Kuliah lalu Pulang, kemudian ada juga yang hanya beorientasi pada Organisasi saja dan melupakan akademik dan terdapat pula yang bisa menjaga keseimbangan antara Akademik dan Organisasi. Tentu jenis mahasiswa ke 3 adalah mahasiswa yang menerapkan ketiga prinsip diatas. Masalah utama yang sedang dialami Mahasiswa zaman sekarang adalah lemahnya budaya Literasi di kalangan Mahasiswa yang sejatinya sebagai kaum intelektual.
Budaya Literasi sendiri merupakan Budaya yang sangat positif, dimana budaya tersebut dapat memberikan manfaat untuk meningkatkan kemampuan, pengetahuan serta skills seseorang mengenai apapun yang orang tersebut baca. Literasi juga bisa berbentuk karya tulis yang berasal dari pengalaman, riset, pengetahuan atau hal-hal yang orang tersebut baca selama hidupnya. Seseorang yang mempunyai budaya Literasi tinggi tentu memiliki kapasitas dan kapabilitas lebih dibanding seseorang yang hanya melakukan kegiatan tidak bermanfaat atau yang hanya malas-malasan. Mahasiswa di zaman sekarang sangat miris dengan minimnya budaya literasi. Mereka lebih memilih untuk bermain Gadget seharian yang tidak bermanfaat dari pada membaca buku ataupun sekedar berdiskusi yang menambah wawasan, yang mereka anggap kuno dan tidak modern lagi. Mengenai Budaya Literasi pasti sangat berkaitan dengan pergerakan Mahasiswa, tentu kita ketahui pergerkan mahasiswa yang beberapa minggu ini sedang ramai di bicarakan oleh berbagai media, baik media cetak,TV, online dsb.
Pergerakan Mahasiswa , yaitu suatu gejolak yang timbul dari diri seorang Mahasiswa ,yang merasa resah terhadap kondisi bangsa yang mulai tidak pada alur kestabilan. Keresahan ini juga timbul dari masyarakat yang berharap banyak kepada Mahasiswa sebagai kaum Intelektual, untuk membawa bangsa ini kerah lebih baik dan mensejahterah rakyat. Tentu timbul banyak sekali pertanyaan kenapa Mahasiswa yang sangat di harapkan rakyat. Mahasiswa sendiri adalah kaum intelektual , yang masih bersifat netral dan seharusnya tidak tunggangi kepentingan oleh oknum tertentu. Mahasiswa masih mempunyai semangat muda yang membara, fisik yang myang sangat kuat serta otak dan akal yang terpelajar. Tentu kita ketahui ,seperti beberapa bulan ini sedang banyak di beritakan pergerakan Mahasiswa yang terlahir kembali, yang sebelumnya telah lama mati suri sejak tahun 1998. Menurut Opini saya, pergerakan Mahasiswa itu akan ada di setiap generasi dan daerah masing-masing. Kenapa di bilang ada setiap generasi, Karena seperti yang kita ketahui Pemerintah dalam menjalakan tugas dan fungsinya, banyak sekali menyimpang dan lebih mementingkan kepentingan-kepentingan tertentu yang menguntungkan kepentingan mereka sendiri dari pada kesejahteraan rakyatnya. Mungkin ada beberapa moment dimana puncak dari pergerakan Mahasiswa itu sendiri memuncak seperti beberapa bulan terkahir ini. Mahasiswa sudah merasa muak dengan kinerja Pemerintah yang sudah mulai menyimpang dari Konstitusi dan juga kesejahteraan rakyat, perlahan demi perlahan di cabut. Tentu kita sebagai kaum intelektual, melakukan suatu kajian komperhensif, audiensi hingga tahap terkahir melakukan pergerakan mahasiswa (demonstrasi), suapaya pemerintah sadar dengan apa yang sudah di perbuatnya selama ini.
Sudah seharusnya Pemerintah banyak berterimakasih dengan mahasiswa, karena mahasiswa melakukan kritik terhadap Pemerintah sebagai bahan evaluasi untuk kedepannya lebih baik dalam mengeluarkan kebijakan. Mahasiswa melakukan aksi tersebut bukan hanya karena kepentingan pribadi, tetapi mewakilkan banyak suara rakyat supaya Pemerintah bisa lebih baik kedepannya. Untuk demonstransasi yang terjadi beberapa bulan dan minggu lalu yang terjadi Indonesia, sangat di sayangkan ada beberapa oleh pakar” yang menganggap aksi Mahasiswa tersebut di tunggangi oleh oknum tertentu oleh kepentingan Politik. Dan juga Kerusuhan yang terjadi, sebenarnya bukan di sebabkan atau di mulai oleh Mahasiswa, tetapi di susupi atau di manfaatkan oleh oknum” yang tidak bertanggung Jawab. Aksi Mahasiswa timbul Karena keresahan masyarakat terhadap Rezim Pemerintahan yang sedang berkuasa. Sudah seharusnya Pemerintah mendukung dan melindungi Aksi Mahasiswa tersebut karena sudah jelas diatur dalam Undang - Undang Nomor 9 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat dimuka umum. Tetapi fakta di lapangan selalu berbading terbalik dengan teori yang berlaku.
Jadi, pergerakan mahasiswa di zaman Modern ini tentu banyak sekali menuai kecaman, kritikan dan kontrovensi, ada yang menanggapinya sebagai sisi positif dan juga ada yang menanggapinya sebagai sisi negatif. Karena sejatinya, pergerakan Mahasiswa sendiri timbul karena keresahan dari dalam diri seorang Mahasiswa sebagai kaum intelektual. Namun dalam melakukan suatu pergerakan tentu kita harus mempunyai pengetahuan dan kemampuan yang memumpuni, yaitu dengan meningkatkan Budaya Literasi. Kemajuan Teknologi yang semakin pesat sudah sepatutnya dapat membantu kita sebagai kaum intelektual untuk terus mencari dan mengkaji ilmu sebanyak-banyaknya. Sehingga kelak kita dapat mengetahui kondisi bangsa ini apakah sedang baik-baik saja atau sedang tidak baik-baik saja. Sejati nya sebagai Mahasiswa dan kaum Intelektual, kita harus kritis dan peka terhadap kondisi bangsa ini. Satu pesan yang semoga menyadarkan semua orang yang berstatus Mahasiswa, jangan pernah melupakan dan melalaikan amanah apapun terutama kita sebagai Mahasiswa untuk menuntut ilmu sebanyak-banyak lalu menebarkan kebermanfaatan seluas-luasnya.


Komentar
Posting Komentar